Apa itu Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet (UV) adalah bentuk radiasi elektromagnetik yang berada di antara cahaya tampak dan sinar-X pada spektrum elektromagnetik. Sinar ini memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan energi yang lebih tinggi daripada cahaya tampak, sehingga tidak terlihat oleh mata manusia. Sinar UV dikategorikan ke dalam tiga jenis berdasarkan panjang gelombangnya: UVA, UVB, dan UVC.
Dapatkan Inspirasi dari Portofolio Sensor Gerak Rayzeek.
Tidak menemukan apa yang Anda inginkan? Jangan khawatir. Selalu ada cara lain untuk menyelesaikan masalah Anda. Mungkin salah satu portofolio kami dapat membantu.
UVA memiliki panjang gelombang terpanjang di antara ketiga jenis tersebut dan paling tidak berbahaya bagi manusia. Sinar ini bertanggung jawab atas penyamakan kulit dan biasanya digunakan dalam tanning bed. UVB memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan bertanggung jawab untuk menyebabkan kulit terbakar dan kerusakan kulit. Paparan radiasi UVB dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker kulit. UVC memiliki panjang gelombang terpendek dan paling berbahaya bagi organisme hidup. Untungnya, sebagian besar radiasi UVC diserap oleh atmosfer bumi dan tidak mencapai permukaan.
Sinar UV secara alami dipancarkan oleh matahari dan bertanggung jawab atas berbagai efek pada tubuh manusia. Sinar UV sangat penting untuk produksi vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang. Namun, paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan efek berbahaya seperti kulit terbakar, penuaan dini, dan peningkatan risiko kanker kulit.
Mungkin Anda Tertarik Dengan
- Ceiling-mounted PIR occupancy sensor with dry-contact relay output
- 12/24VDC or 12/24VAC low-voltage supply
- COM, NO, and NC isolated relay contacts for EMS, HVAC, and building control inputs
- Low-voltage DC recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- 10A max work current with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Ceiling-mounted RZ037 PIR occupancy sensor dimmer for 220V power
- 3A maximum working current with 660W rated load
- LUX button controls light-sensor ON/OFF and user-set dimming brightness
- Ceiling-mounted RZ037 PIR occupancy sensor dimmer for 110V power
- 3A maximum working current with 330W rated load
- LUX button controls light-sensor ON/OFF and user-set dimming brightness
- Low-voltage DC ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- 10A max work current with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Low-voltage DC recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- Max work current 10A with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 360-degree detection with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 360-degree detection with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Wireless switch and receiver kit for indoor ON/OFF lighting control
- 100-230VAC, 50/60Hz receiver with 5A rated current
- CR2032-powered wireless switch with 2.4GHz communication
- Kediaman (Auto-ON/Auto-OFF)
- 12–24V DC (10–30VDC), hingga 10A
- Cakupan 360°, diameter 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 menit
- Sensor cahaya Mati/15/25/35 Lux
- Sensitivitas Tinggi/Rendah
- Mode hunian Nyala Otomatis/Mati Otomatis
- 100–265V AC, 10A (netral diperlukan)
- Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux MATI/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
- Mode hunian Nyala Otomatis/Mati Otomatis
- 100–265V AC, 5A (netral diperlukan)
- Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux MATI/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
- 100V-230VAC
- Jarak Transmisi: hingga 20m
- Sensor gerak nirkabel
- Kontrol terhubung langsung
- Tegangan: 2x Baterai AAA / 5V DC (Micro USB)
- Mode Siang/Malam
- Penundaan waktu: 15 menit, 30 menit, 1 jam (default), 2 jam
Dalam industri pencahayaan, sinar UV memiliki berbagai aplikasi. Penggunaan lampu pembasmi kuman cahaya UVC untuk membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur. Lampu ini biasanya digunakan di fasilitas medis dan penelitian, serta dalam sistem pemurnian air dan udara. Sinar UV juga digunakan dalam investigasi forensik untuk mengidentifikasi dan menganalisis bahan biologis, seperti darah, di TKP. Sinar UV dapat meningkatkan visibilitas zat tertentu yang mungkin tidak mudah terlihat dalam kondisi pencahayaan normal. Selain itu, sinar UV digunakan dalam proses sanitasi makanan dan air untuk menghilangkan mikroorganisme berbahaya dan mengurangi risiko kontaminasi.