Apa itu Refleksi
Refleksi adalah fenomena di mana gelombang cahaya bertemu dengan permukaan atau batas yang tidak menyerap energi radiasi dan malah memantulkan gelombang tersebut menjauh dari permukaan. Proses ini memainkan peran mendasar dalam persepsi kita tentang objek yang tidak memancarkan cahayanya sendiri.
Dapatkan Inspirasi dari Portofolio Sensor Gerak Rayzeek.
Tidak menemukan apa yang Anda inginkan? Jangan khawatir. Selalu ada cara lain untuk menyelesaikan masalah Anda. Mungkin salah satu portofolio kami dapat membantu.
Hukum pemantulan mengatur bagaimana cahaya berperilaku apabila bertemu dengan suatu permukaan. Menurut hukum ini, sudut di mana cahaya yang masuk mengenai permukaan, yang dikenal sebagai sudut datang, sama dengan sudut di mana cahaya memantul dari permukaan, yang dikenal sebagai sudut pantulan. Dengan kata lain, sudut datang dan sudut pantulan selalu sama.
Ada dua jenis pantulan yang biasa diamati: refleksi spekular dan pantulan yang menyebar. Pantulan specular terjadi apabila cahaya memantul pada permukaan yang halus, misalnya, cermin atau logam yang dipoles. Dalam hal ini, permukaan sinar cahaya yang dipantulkan mempertahankan arah aslinya, menghasilkan pantulan yang jernih dan terdefinisi dengan baik. Pantulan specular sering digunakan dalam berbagai aplikasi di mana pantulan yang tepat dan terfokus diinginkan, misalnya, pada lampu sorot atau lampu depan.
Sebaliknya, pantulan baur terjadi apabila cahaya memantul pada permukaan yang kasar atau tidak beraturan, misalnya, dinding matte atau kain bertekstur. Dalam hal ini, sinar cahaya yang dipantulkan menyebar ke berbagai arah setelah mengenai permukaan, menciptakan pantulan yang lebih tersebar dan menyebar. Pantulan yang menyebar pada umumnya digunakan dalam desain pencahayaan untuk menciptakan penerangan yang lembut dan merata, karena membantu meminimalkan silau dan mengurangi bayangan yang kasar.
Memahami konsep refleksi memungkinkan para profesional untuk mengontrol distribusi cahaya dan mencapai efek visual yang diinginkan. Dengan mempertimbangkan sudut datangnya cahaya dan sifat permukaan pantulan, para ahli pencahayaan dapat memanipulasi pantulan untuk meningkatkan visibilitas, mengurangi kesilauan, atau menciptakan suasana pencahayaan tertentu.
Mungkin Anda Tertarik Dengan
- Ceiling-mounted PIR occupancy sensor with dry-contact relay output
- 12/24VDC or 12/24VAC low-voltage supply
- COM, NO, and NC isolated relay contacts for EMS, HVAC, and building control inputs
- Low-voltage DC recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- 10A max work current with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Ceiling-mounted RZ037 PIR occupancy sensor dimmer for 220V power
- 3A maximum working current with 660W rated load
- LUX button controls light-sensor ON/OFF and user-set dimming brightness
- Ceiling-mounted RZ037 PIR occupancy sensor dimmer for 110V power
- 3A maximum working current with 330W rated load
- LUX button controls light-sensor ON/OFF and user-set dimming brightness
- Low-voltage DC ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- 10A max work current with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Low-voltage DC recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- Max work current 10A with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 360-degree detection with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 360-degree detection with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Wireless switch and receiver kit for indoor ON/OFF lighting control
- 100-230VAC, 50/60Hz receiver with 5A rated current
- CR2032-powered wireless switch with 2.4GHz communication
- Kediaman (Auto-ON/Auto-OFF)
- 12–24V DC (10–30VDC), hingga 10A
- Cakupan 360°, diameter 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 menit
- Sensor cahaya Mati/15/25/35 Lux
- Sensitivitas Tinggi/Rendah
- Mode hunian Nyala Otomatis/Mati Otomatis
- 100–265V AC, 10A (netral diperlukan)
- Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux MATI/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
- Mode hunian Nyala Otomatis/Mati Otomatis
- 100–265V AC, 5A (netral diperlukan)
- Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux MATI/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
- 100V-230VAC
- Jarak Transmisi: hingga 20m
- Sensor gerak nirkabel
- Kontrol terhubung langsung
- Tegangan: 2x Baterai AAA / 5V DC (Micro USB)
- Mode Siang/Malam
- Penundaan waktu: 15 menit, 30 menit, 1 jam (default), 2 jam