BLOG

Apa yang dimaksud dengan Faktor Pemberat (BF)

Horace Dia

Terakhir diperbarui: 26 Desember 2023

Apa yang dimaksud dengan Faktor Pemberat (BF)

Ballast Factor (Bf) adalah ukuran efisiensi dan output cahaya dari kombinasi lampu-ballast dibandingkan dengan ballast referensi. Faktor ini dinyatakan sebagai nilai numerik yang biasanya berkisar antara 0,70 hingga 1,2, yang mewakili jumlah cahaya yang akan dipancarkan lampu saat dioperasikan dengan pemberat tertentu. Perhitungan faktor pemberat melibatkan pembagian output lumen dari kombinasi lampu-balast dengan output lumen dari lampu yang sama pada pemberat referensi. Faktor pemberat kurang dari 1 menunjukkan bahwa sistem fluoresen akan menghasilkan lebih sedikit cahaya (lumen) dibandingkan dengan pemberat referensi, sedangkan faktor yang lebih besar dari 1 menandakan bahwa sistem tersebut akan menghasilkan lebih banyak cahaya.

Dapatkan Inspirasi dari Portofolio Sensor Gerak Rayzeek.

Tidak menemukan apa yang Anda inginkan? Jangan khawatir. Selalu ada cara lain untuk menyelesaikan masalah Anda. Mungkin salah satu portofolio kami dapat membantu.

Selain dampaknya pada output cahaya, faktor pemberat secara tidak langsung memengaruhi konsumsi energi. Umumnya, faktor pemberat yang lebih rendah menghasilkan konsumsi watt yang lebih rendah oleh sistem pencahayaan. Ini berarti bahwa memilih ballast dengan faktor ballast yang lebih rendah dapat menghasilkan penghematan energi.

Untuk lebih memahami konsep faktor pemberatsebuah analogi yang dapat diambil dari dunia otomotif. Serupa dengan bagaimana ukuran mesin yang berbeda memengaruhi efisiensi bahan bakar dan output daya, faktor pemberat yang lebih rendah menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi tetapi dapat menghasilkan output cahaya yang lebih rendah. Sebaliknya, faktor pemberat yang lebih tinggi dapat mengkonsumsi lebih banyak energi tetapi memberikan peningkatan performa atau output cahaya yang lebih tinggi.

Mencari Solusi Hemat Energi yang Diaktifkan dengan Gerakan?

Hubungi kami untuk sensor gerak PIR lengkap, produk hemat energi yang diaktifkan oleh gerakan, sakelar sensor gerak, dan solusi komersial Okupansi/Kekosongan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa Sering Ballast Perlu Diganti

Menurut Asosiasi Produsen Ballast Bersertifikat, ballast magnetik biasanya memiliki masa pakai sekitar 75.000 jam, yang berarti rata-rata 12 hingga 15 tahun dalam kondisi penggunaan normal.

Bagaimana Anda Menggunakan Faktor Pemberat

Faktor pemberat adalah pengukuran yang mengindikasikan proporsi cahaya yang dipancarkan oleh lampu ketika beroperasi dalam perlengkapan tertentu. Biasanya disediakan dalam spesifikasi model dan dapat berkisar dari 0,70 hingga 1,20. Untuk menggunakan pengukuran ini, Anda perlu mengalikan nilai lumens lampu dengan faktor pemberat perlengkapan lampu.

Apa Faktor Efikasi Pemberat

Faktor efikasi ballast mengacu pada rasio output cahaya terhadap input daya ballast lampu neon, yang ditentukan dengan melakukan pengujian menurut spesifikasi yang diuraikan dalam standar ANSI C82.

Berapa Tegangan yang Harus Saya Keluarkan dari Ballast

Output tegangan dari sebuah ballast biasanya harus berada dalam kisaran 300 hingga 1000 volt, bervariasi sesuai dengan model spesifik ballast.

Ukuran Pemberat Apa yang Terbaik

Ukuran ideal untuk pemberat berkisar antara ukuran 1,9 cm hingga 5,1 cm. Tidak dianjurkan untuk menggunakan batu yang lebih besar dari 5,1 cm, karena saling mengunci batu dengan ukuran ini lebih unggul daripada batu yang lebih besar. Oleh karena itu, pemberat yang paling optimal terdiri atas batu yang ukurannya bervariasi dari 1,9 cm hingga 5 cm.

Bagaimana Anda Menentukan Resistensi Ballast Normal

Untuk menentukan resistensi ballast yang normal, seseorang dapat mengukur tegangan pada koil pengapian. Jika resistor pemberat berfungsi dengan baik, maka akan mengurangi level tegangan menjadi 7-8V. Sebaliknya, jika pemberat rusak, level tegangan koil pengapian akan lebih tinggi. Resistansi resistor pemberat dapat diperiksa dengan menggunakan ohmmeter.

id_IDIndonesian