Apa yang dimaksud dengan Lumens Fotografi
Photopic lumens adalah pengukuran output cahaya yang memperhitungkan sensitivitas mata manusia dalam kondisi pencahayaan yang intens. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah cahaya yang dipersepsikan oleh mata manusia. Kerucut dalam mata kita, yang merupakan sel fotoreseptor yang bertanggung jawab atas penglihatan warna dan persepsi cahaya berintensitas tinggi, sangat aktif di siang hari atau ketika kondisi pencahayaan diperkirakan tinggi.
Dalam istilah yang lebih sederhana, lumens fotopik mengindikasikan jumlah cahaya yang dilihat oleh mata kita dalam kondisi pencahayaan normal. Ini adalah ukuran visibilitas cahaya ke mata manusia, khususnya di lingkungan yang cukup terang atau pada siang hari. Istilah ini digunakan untuk mengukur kecerahan atau intensitas cahaya yang relevan dengan penglihatan manusia.
Mencari Solusi Hemat Energi yang Diaktifkan dengan Gerakan?
Hubungi kami untuk sensor gerak PIR lengkap, produk hemat energi yang diaktifkan oleh gerakan, sakelar sensor gerak, dan solusi komersial Okupansi/Kekosongan.
Photopic lumens hanyalah salah satu aspek desain pencahayaan dan tidak selalu menunjukkan kualitas atau efektivitas pencahayaan. Faktor-faktor lain seperti perenderan warna, distribusi cahayadan kenyamanan visual juga memainkan peran penting dalam menciptakan kondisi pencahayaan yang optimal.
Mungkin Anda Tertarik Dengan
- Ceiling-mounted PIR occupancy sensor with dry-contact relay output
- 12/24VDC or 12/24VAC low-voltage supply
- COM, NO, and NC isolated relay contacts for EMS, HVAC, and building control inputs
- Low-voltage DC recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- 10A max work current with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Recessed ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Ceiling-mounted RZ037 PIR occupancy sensor dimmer for 220V power
- 3A maximum working current with 660W rated load
- LUX button controls light-sensor ON/OFF and user-set dimming brightness
- Ceiling-mounted RZ037 PIR occupancy sensor dimmer for 110V power
- 3A maximum working current with 330W rated load
- LUX button controls light-sensor ON/OFF and user-set dimming brightness
- Low-voltage DC ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- 10A max work current with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Ceiling-mounted microwave motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 5.8 GHz microwave sensing with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Low-voltage DC recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 12 VDC / 24 VDC input with 10-30 VDC range
- Max work current 10A with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Higher-load recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 10A model
- 360-degree detection with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Recessed ceiling mount PIR motion sensor switch
- 100-265 VAC line-voltage input, 5A model
- 360-degree detection with adjustable time delay, Lux threshold, and sensitivity
- Wireless switch and receiver kit for indoor ON/OFF lighting control
- 100-230VAC, 50/60Hz receiver with 5A rated current
- CR2032-powered wireless switch with 2.4GHz communication
- Kediaman (Auto-ON/Auto-OFF)
- 12–24V DC (10–30VDC), hingga 10A
- Cakupan 360°, diameter 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 menit
- Sensor cahaya Mati/15/25/35 Lux
- Sensitivitas Tinggi/Rendah
- Mode hunian Nyala Otomatis/Mati Otomatis
- 100–265V AC, 10A (netral diperlukan)
- Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux MATI/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
- Mode hunian Nyala Otomatis/Mati Otomatis
- 100–265V AC, 5A (netral diperlukan)
- Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
- Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux MATI/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
- 100V-230VAC
- Jarak Transmisi: hingga 20m
- Sensor gerak nirkabel
- Kontrol terhubung langsung
- Tegangan: 2x Baterai AAA / 5V DC (Micro USB)
- Mode Siang/Malam
- Penundaan waktu: 15 menit, 30 menit, 1 jam (default), 2 jam
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa Banyak Lumens yang Baik untuk Mata
Di bawah 3500 lumens, mata kita mengalami tingkat kecerahan yang nyaman. Namun demikian, setelah kecerahan cahaya langsung atau cahaya pantulan melebihi 4000 lumens, mata manusia mulai mengalami kesulitan untuk menerima cahaya.
Apakah Lumens yang Lebih Tinggi Selalu Lebih Baik
Jika Anda bermaksud menggunakan perangkat di luar ruangan atau di ruangan dengan cahaya sekitar yang signifikan, jumlah lumen yang tinggi sangatlah penting. Hal ini juga berlaku untuk skenario di mana Anda menggunakan proyektor di area yang luas dan/atau membutuhkan ukuran layar yang lebih besar.
Berapa Banyak Lumens yang Dianggap Sangat Terang
80 lumens biasanya dianggap cukup terang untuk sebagian besar jalan setapak, termasuk properti komersial. Untuk lampu taman yang digunakan sebagai pencahayaan aksen, jumlah yang umumnya cukup adalah sekitar 50 lumens. Tingkat kecerahan ini dapat membantu meningkatkan keamanan, menambah dimensi, memberikan warna, dan menciptakan ketertarikan visual di halaman Anda.