BLOG

Apa itu Refraksi

Horace Dia

Terakhir diperbarui: 26 Desember 2023

Apa itu Refraksi

Pembiasan adalah pembelokan gelombang cahaya saat melewati medium yang berbeda. Fenomena ini terjadi ketika cahaya bergerak dari satu medium ke medium lain dengan indeks bias yang berbeda, menyebabkan perubahan kecepatan dan arahnya. Ini adalah konsep dasar dalam fisika yang berlaku untuk berbagai jenis gelombang, termasuk gelombang cahaya, gelombang suara, dan gelombang air.

Mungkin Anda Tertarik pada

  • Kehadiran (Auto-ON/Auto-OFF)
  • 12–24V DC (10–30VDC), hingga 10A
  • Cakupan 360°, diameter 8–12 m
  • Tunda waktu 15 s–30 mnt
  • SENSOR cahaya Mati/15/25/35 Lux
  • Sensitivitas Tinggi/Rendah
  • mode okupansi Auto-ON/Auto-OFF
  • 100–265V AC, 10A (netral diperlukan)
  • Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
  • Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux OFF/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
  • mode okupansi Auto-ON/Auto-OFF
  • 100–265V AC, 5A (netral diperlukan)
  • Cakupan 360°; diameter deteksi 8–12 m
  • Penundaan waktu 15 s–30 mnt; Lux OFF/15/25/35; Sensitivitas Tinggi/Rendah
  • 100V-230VAC
  • Jarak Transmisi: hingga 20m
  • Sensor Gerak Nirkabel
  • Kontrol Kabel (Hardwired)
  • Tegangan: Baterai AAA x2 / 5V DC (Micro USB)
  • Mode Siang/Malam
  • Penundaan waktu: 15menit, 30menit, 1j (default), 2j
  • Tegangan: 2 x AAA
  • Jarak Transmisi: 30 m
  • Tunda Waktu: 5s, 1m, 5m, 10m, 30m
  • Arus Muat: Maksimal 10A
  • Mode Auto/Tidur
  • Tunda waktu: 90s, 5menit, 10menit, 30menit, 60menit
  • Arus Muat: Maksimal 10A
  • Mode Auto/Tidur
  • Tunda waktu: 90s, 5menit, 10menit, 30menit, 60menit
  • Arus Muat: Maksimal 10A
  • Mode Auto/Tidur
  • Tunda waktu: 90s, 5menit, 10menit, 30menit, 60menit
  • Arus Muat: Maksimal 10A
  • Mode Auto/Tidur
  • Tunda waktu: 90s, 5menit, 10menit, 30menit, 60menit
  • Arus Muat: Maksimal 10A
  • Mode Auto/Tidur
  • Tunda waktu: 90s, 5menit, 10menit, 30menit, 60menit
  • Arus Muat: Maksimal 10A
  • Mode Auto/Tidur
  • Tunda waktu: 90s, 5menit, 10menit, 30menit, 60menit
  • Mode Kehadiran
  • 100V ~ 265V, 5A
  • Kabel Netral Diperlukan
  • 1600 kaki persegi
  • Tegangan: DC 12v/24v
  • Mode: Otomatis/ON/OFF
  • Penundaan Waktu: 15s~900s
  • Dimming: 20%~100%
  • Mode Kehadiran, Kekosongan, ON/OFF
  • 100~265V, 5A
  • Kabel Netral Diperlukan
  • Cocok untuk backbox Segi Empat UK

Dalam industri pencahayaan, pembiasan sangat penting dalam desain dan fungsionalitas instrumen optik. Lensa, prisma, dan kaca pembesar memanfaatkan pembelokan cahaya melalui pembiasan untuk memanipulasi dan mengontrol jalur cahaya. Lensa, misalnya, dapat menyatukan atau menyimpang sinar cahaya untuk memfokuskan atau menyebarkannya, sehingga memungkinkan penciptaan gambar dan efek optik. Sebaliknya, prisma dapat menyebarkan cahaya putih ke dalam warna-warna penyusunnya melalui pembiasan.

Selain itu, pembiasan juga penting untuk penglihatan kita. Ketika cahaya memasuki mata kita, cahaya mengalami pembiasan saat melewati kornea, lensadan struktur lainnya sebelum mencapai retina. Pembelokan cahaya melalui pembiasan membantu memfokuskan cahaya yang masuk ke retina, di mana gambar dibentuk dan ditransmisikan ke otak untuk diinterpretasikan.

Dapatkan Terinspirasi oleh Portofolio Sensor Gerak Rayzeek.

Tidak menemukan apa yang Anda inginkan? Jangan khawatir. Ada selalu cara alternatif untuk menyelesaikan masalah Anda. Mungkin salah satu portofolio kami bisa membantu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang Menyebabkan Pembiasan Cahaya

Fenomena pembiasan cahaya terjadi apabila sinar cahaya mengubah arahnya saat berpindah dari satu medium ke medium lainnya. Pembelokan cahaya ini merupakan hasil dari variasi dalam densitas optik antara kedua media.

Apa Perbedaan Antara Pemantulan dan Pembiasan Cahaya

Pemantulan dan pembiasan adalah dua fenomena berbeda yang berkaitan dengan perilaku cahaya. Pemantulan terjadi ketika cahaya mengenai suatu medium dan memantul kembali pada suatu bidang. Di sisi lain, pembiasan adalah proses di mana cahaya mengubah arahnya saat melewati suatu bahan, menyebabkannya membengkok. Ini adalah perbedaan utama antara refleksi dan refraksi. Perlu dicatat bahwa cermin umumnya dikaitkan dengan terjadinya fenomena ini.

Tinggalkan komentar

Indonesian